Tidak hanya iseng karena lagi suntuk atau mood suasana hati lagi tak menentu sehingga mulai dengan menonton sajian visual berupa Drama Korea baik itu lewat televisi maupun lewat Handphone, tontonan drama korea menjadi penghibur hati, ada beberapa dampak baik itu positip maupun negatif dalam aat menonton drama Korea bagi kesehatan mental, salah satunya adalah meredakan stres. Tak heran bila drama Korea semakin digemari oleh banyak kalangan, mulai dari remaja hingga dewasa.
Menonton drama Korea bagi sebagian kalangan masyarakat sudah menjadi bagian kegitan hiburan sehari-hari . Ada yang menonton drama Korea di sela-sela kesibukannya dan ada pula yang menonton untuk menghabiskan waktu atau sekadar mencari hiburan.
Berbagai ragam judul dan kisah drama korea sudah masuk dan ditonton oleh para peminatnya di Indonesia. Peminat drama Korea di Indonesia bahkan melebihi minat pada serial produksi Indonesia sendiri. Dilansir dari IDN Times, 28 Juni 2020, dengan melibatkan 354 pembaca IDN Times, menunjukan bahwa peminat drama Korea mencapai 90,4% dengan penonton aktif sebanyak 76,6%. Hal ini berbalik dengan hasil peminat sinetron Indonesia yang meraup 12,4%, dengan penonton aktif sebanyak 5,9%.
Kenapa drama Korea banyak diminati di Indonesia?
Beragam alasan mengapa masyarakat Indonesia cenderung menaruh minat pada drama Korea, yaitu aktor dan artisnya memiliki penampilan akting yang memukau, alur cerita yang menarik, susah ditebak kelanjutannya, setting peristiwa, pola perilaku dan lingkungan budaya yang hampir mirip dengan lingkungan di indonesia, selain itu drama korea menyuguhkan cerita yang sarat makna. Melalui kemampuan aktor dalam membawakan karakter, emosi penonton dapat terhanyut dengan apik hingga mampu terbawa dalam cerita.
Apakah drama Korea hanya memberi dampak sebatas itu?
Tidak. Ternyata, drama Korea dapat berperan dalam kesehatan mental. Dalam survei yang melibatkan 50 responden, menunjukkan bahwa drama Korea mampu menjadi bagian dalam keseharian pemirsanya, hingga mampu menjadi self healing dan self improvement.
Berikut Dampak Menonton Drama Korea untuk Kesehatan Mental
Berikut ini adalah beberapa manfaat menonton drama Korea untuk kesehatan mental Anda:
1. Membantu mengurangi kecemasan
Kecemasan akan menimbulkan pola perilaku gelisah, rasa kurang aman, sulit konsentrasi, kesulitan dalam pola tidur dan makan sehingga akan berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental seseorang.
Salah satu cara untuk mengurangi dan mengatasi rasa cemas tersebut adalah dengan melakukan relaksasi. Ada beragam bentuk relaksasi yang dapat Anda lakukan dan salah satunya adalah menonton televisi atau tayangan hiburan, seperti drama Korea.
Bahkan, ada sebuah studi yang menunjukkan bahwa menonton film atau drama bisa membuat orang yang akan menjalani tindakan medis tertentu merasa lebih tenang dan tidak cemas. Hal ini menjadi tanda bahwa drama Korea dapat menjadi hiburan yang membuat Anda merasa lebih rileks.
2. Meredakan stres
Dampak menonton drama korea selanjutnya adalah mengurangi stres. Stres merupakan kondisi yang umum dialami setiap orang. Namun, jika stres sudah membuat Anda merasa terganggu, cobalah untuk istirahat sejenak atau menonton film, misalnya drama korea.
Saat menonton suatu tayangan hiburan, tubuh akan melepaskan hormon dopamin dan endorfin. Kedua hormon tersebut membuat suasana hati Anda menjadi lebih baik, sehingga stres pun berkurang.
3. Meringankan masalah psikologis
Menonton film bahkan telah digunakan sebagai metode terapi tambahan untuk membantu orang yang mengalami masalah psikologis, seperti gangguan cemas, depresi, gangguan panik, fobia sosial, gangguan disformik tubuh, gangguan makan, dan trauma.
Terapi film adalah sebuah terapi menggunakan film sebagai alat untuk meningkatkan wawasan individu. Dengan kata lain, film digunakan sebagai sebuah terapi yang dapat membantu individu untuk merefleksikan diri dan membantu menyelesaikan masalah yang dimilikinya. Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di Research Gate, sebanyak 76 persen responden psikolog merasa bahwa terapi film memberikan efek yang membantu. Terapi yang juga kerap disebut dengan terapi sinema ini dapat digunakan untuk banyak kepentingan dan tujuan. Berdasarkan hasil penelitian "The Effectiveness Of Cinema Therapy To Improve Student Empathy", terapi film dapat digunakan untuk meningkatkan empati pelajar atau mahasiswa.
Setelah mendapatkan terapi film, wawasan dan pengetahuan siswa tentang empati juga akan meningkat karena proses pelaksanaan juga disertai dengan diskusi. Selain itu, terapi film dapat digunakan untuk mengatasi kecemasan pada diri individu. Berdasarkan hasil penelitian "The Effects of a Cinema-therapy Group on Diminishing Anxiety in Young People", terdapat penurunan kecemasan secara signifikan pada anak-anak muda yang mengikuti grup terapi film dibandingkan dengan mereka yang tidak mengikutinya.
Dengan arahan, panduan, serta film yang tepat, terapi film dapat mengubah cara individu berpikir dan merasakan. Melalui film tersebut, individu akan mendapatkan wawasan, inspirasi, kelegaan emosional, dan sebuah perubahan alami pada jiwanya.
"Terapi film dapat menjadi sebuah katalisator yang kuat untuk penyembuhan dan pertumbuhan bagi siapa saja yang terbuka untuk mempelajari bagaimana film memengaruhi kita dan menontonnya dengan kesadaran," jelas Birgit Wolz, PhD., MFT, seorang psikoterapis yang menjalankan grup terapi film, melalui sebuah tulisan artikelnya.
Akan tetapi, perhatikan pula jenis drama Korea yang Anda tonton. Agar tidak membuat Anda semakin gelisah atau sedih, pilihlah drama Korea yang memiliki unsur komedi agar bisa membuat Anda tertawa dan terhibur.
4. Membangun rasa percaya diri
Anda merasa kurang percaya diri saat bicara di depan umum atau bertemu orang baru? Cobalah menonton drama Korea atau film dengan tokoh atau karakter yang memiliki masalah serupa dengan Anda.
Ketika melihat karakter tersebut berjuang menangani masalah yang dialami dan berhasil mengatasinya, Anda secara tidak langsung membayangkan diri Anda melakukan hal yang sama. Dengan begitu, rasa percaya diri pun bisa muncul.
5. Menjadi lebih sadar akan kesehatan mental
Selain menjadi hiburan, menonton drama Korea juga bisa menjadi media untuk mengedukasi Anda dan masyarakat luas tentang kesehatan mental.
Manfaat satu ini dipicu oleh banyaknya drama Korea yang mengangkat cerita tentang penderita gangguan mental dan bagaimana penderita tersebut mengatasi kondisi yang dialaminya.
Dampak Negatif Menonton Drama Korea untuk Kesehatan Mental
Meski memiliki banyak manfaat, terlalu banyak menonton drama Korea bisa memberikan dampak negatif terhadap kesehatan pikiran dan tubuh. Berikut ini adalah dampak negatif dari kebiasaan menonton drama Korea secara berlebihan:
1. Kecanduan atau terobsesi
Menonton drama Korea ternyata bisa membuat Anda terobsesi, baik dengan cerita drama itu sendiri atau dengan pemerannya. Saat terobsesi, Anda mungkin sulit untuk berhenti memikirkannya atau bahkan tidak sabar menunggu kelanjutan ceritanya.
Hal ini secara tidak langsung bisa memengaruhi kondisi emosional Anda dan berdampak pada terganggunya aktivitas sehari-hari.
2. Lupa dengan lingkungan sekitar
Menonton drama Korea bisa membuat Anda malas beraktivitas atau berinteraksi dengan orang lain, bahkan dengan keluarga sendiri. Padahal, hubungan dan interaksi sosial Anda dengan orang sekitar tetap penting untuk selalu dijaga.
3. Kurang tidur
Terlalu asik menonton drama Korea sering kali membuat Anda rela begadang dan mengurangi waktu tidur. Padahal, kurang tidur tidak baik untuk kesehatan karena dapat menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko munculnya berbagai masalah kesehatan, seperti depresi, gangguan cemas, diabetes, dan tekanan darah tinggi.
Selain hal-hal di atas, terlalu lama menonton drama Korea juga bisa menyebabkan sakit punggung, mata lelah, dan gangguan pada aliran darah karena terlalu lama duduk.
Meski ada beragam manfaat menonton drama Korea bagi kesehatan mental, sebaiknya jangan lupa untuk tetap istirahat, makan, dan tidur yang cukup. Jangan sampai hal yang membuat Anda senang ini justru memicu masalah kesehatan dan berdampak buruk pada kehidupan Anda sehari-hari.
Jika sudah merasa sangat kecanduan menonton drama Korea hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk menemukan solusinya. (Ditinjau oleh : dr. Airindya Bella).
