Pernahkah anda merasa ketika sedang mengendarai mobil atau motor anda merasa bahwa anda mengendalikan kendaraan tanpa harus berpikir panjang, semua anggota tubuh terutama tangan, kaki, mata, dan pendengaran semua bergerak secara reflek terkoordinasi dengan sendirinya.
Pernahkah Anda mengalami situasi dan anda merasa seolah-olah ada sesuatu yang salah atau tidak benar? Mungkin saat anda berjalan ditempat yang sepi dan cenderung gelap anda merasa bahwa situasinya membuat anda merasa tidak aman dan takut akan sesuatu tanpa mengetahui alasannya? jika pernah mengalami ini sebelumnya, apakah Anda mengabaikannya, menganggapnya sebagai omong kosong yang tidak masuk akal?
Apakah Anda pernah mengambil keputusan tanpa berpikir panjang? Mungkin saja saat itu Anda sedang mengikuti intuisi yang Anda miliki. Intuisi bisa datang kapan saja dan seringkali memberikan ide yang berhubungan dengan pengambilan keputusan. Lantas, apa yang dimaksud dengan intuisi? Berikut penjelasan lengkapnya.
Contoh yang dipaparkan diatas adalah merupakan contoh intuisi, Apakah sebenarnya Intuisi itu, mari kita simak pengertian dan penjelasannya.
Apa Itu Intuisi, Dan Bagaimana Kita Menggunakannya?
Mengenal Intuisi
Sejatinya intuisi merupakan hal yang dimiliki semua orang. Intuisi juga sering dikaitkan dengan hal magis atau takhayul. Padahal, menurut penjelasan di hellosehat.com, intuisi adalah bentuk pengetahuan yang bisa muncul begitu saja tanpa perlu pertimbangan yang jelas.
Intuisi bisa dimaknai sebagai firasat yang menjadi wujud dari pikiran alam bawah sadar. Di saat itu, pikiran kita akan dengan sigap menyaring pengetahuan dan pengalaman masa lalu menjadi gagasan atau ide tertentu.
Gagasan atau ide ini menjadi pertimbangan singkat dalam mengambil keputusan tanpa perlu analisis atau proses berpikir panjang. Meskipun dimiliki semua orang, namun tidak semuanya mempercayai firasat ini. Padahal, intuisi yang sering muncul tiba-tiba ini sering membantu kita dalam mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Intuisi adalah bentuk pengetahuan yang bisa muncul begitu saja tanpa perlu pertimbangan yang jelas.
Pengertian instuisi dari Ensiklopedia Britannica Inggris
Intuisi , dalam filsafat, kekuatan memperoleh pengetahuan yang tidak dapat diperoleh baik dengan kesimpulan atau pengamatan, dengan alasan atau pengalaman. Dengan demikian, intuisi dianggap sebagai sumber pengetahuan yang asli dan independen, karena ia dirancang untuk menjelaskan jenis-jenis pengetahuan yang tidak disediakan oleh sumber lain. Pengetahuan tentang kebenaran yang diperlukan dan prinsip-prinsip moral kadang-kadang dijelaskan dengan cara ini.
Beberapa kebenaran yang diperlukan—misalnya, pernyataan logika atau matematika—dapat disimpulkan, atau diturunkan secara logis, dari yang lain. Tetapi tidak semua pernyataan seperti itu dapat diturunkan, dan harus ada beberapa pernyataan yang tidak disimpulkan ( yaitu, aksioma ). Selanjutnya, karakter yang saling berhubungan dari sistem seperti itu, penurunan pernyataan dari aksioma, mengandaikan aturan inferensi . Karena kebenaran aksioma dan validitas aturan dasar inferensi tidak dapat ditetapkan dengan sendirinya melalui inferensi—karena inferensi mengandaikan mereka—atau dengan observasi—yang tidak pernah dapat menetapkan kebenaran yang diperlukan—mereka dapat dianggap sebagai objek intuisi.
Aksioma biasanya disangkal; akibatnya, bukti diri dapat diambil sebagai tanda intuisi. Untuk "melihat" bahwa satu pernyataan mengikuti dari yang lain, bahwa kesimpulan tertentu valid, memungkinkan seseorang untuk membuat "induksi intuitif" tentang validitas semua kesimpulan semacam itu. Kebenaran nonformal lain yang diperlukan ( misalnya, "tidak ada yang bisa merah dan hijau seluruhnya") juga dijelaskan sebagai induksi intuitif: seseorang dapat melihat koneksi universal dan perlu melalui contoh tertentu darinya.
Filsuf moral dariJoseph Butler untukGE Moore berpendapat bahwa pernyataan moral mencatat pengetahuan khusus. Kebenaran tindakan ditemukan oleh fakultas moral khusus, dilihat sebagai analog dengan kekuatan pengamatan atau kekuatan intuisi prinsip-prinsip logis. Teori ini, seperti yang memegang prinsip-prinsip logis sebagai hasil dari intuisi, mendasarkan kasusnya pada karakter yang jelas dan tak terbantahkan dari pernyataan yang bersangkutan.
Banyak argumen yang sama dapat diajukan terhadap kedua teori tersebut. Aksioma logika dan moralitas tidak memerlukan sumber pengetahuan khusus untuk interpretasinya, karena tidak ada yang mencatat penemuan; sebaliknya, mereka merekam resolusi atau konvensi, sikap yang diadopsi terhadap wacana dan perilaku, bukan fakta tentang sifat dunia atau manusia.
Dua pengertian intuisi teknis lebih lanjut dapat disebutkan secara singkat. Satu, berasal dari Immanuel Kant , adalah yang dipahami sebagai mengacu pada sumber semua pengetahuan tentang fakta yang tidak didasarkan pada, atau mampu didukung oleh, pengamatan. Yang lainnya adalah arti yang melekat pada kata by Benediktus Spinoza dan oleh Henri Bergson , di mana ia mengacu pada pengetahuan konkrit yang diduga tentang dunia sebagai keseluruhan yang saling berhubungan, berbeda dengan pengetahuan "abstrak" sepotong -sepotong yang diperoleh dengan sains dan observasi.
Asal Usul Intuisi Berdasarkan Penjelasan Ilmiah
Melansir dari hellosehat.com, dijelaskan bahwa pada otak manusia ada tua tipe sistem berpikir yaitu sistem sadar dan tidak sadar. Bagian otak yang mengatur sistem berpikir sadar yaitu otak kiri. Bagian ini bekerja lebih lambat.
Sistem ini menjadi pusat analisis, membantu berpikir secara rasional, bekerja berdasarkan fakta dan pengalaman yang pernah terjadi. Dengan kata lain, semua hal yang dikerjakan sistem ini sudah disadari oleh diri kita.
Sementara itu, otak kanan berguna untuk mengatur sistem bawah sadar atau tidak sadar. Sistem ini bekerja tanpa sepengetahuan diri kita. Sistem ini juga dapat menghasilkan respon yang cepat. Sistem bawah sadar jugalah yang mengatur intuisi.
Tak hanya berasal dari sistem bawah sadar, gagasan atau intuisi juga berasal dari informasi atau pengalaman yang pernah dialami. Namun, informasi tersebut tetap berada di alam bawah sadar manusia.
Jadi, saat intuisi muncul, keputusan tersebut terbentuk dari alam bawah sadar kita. Dengan demikian, intuisi ini hadir dengan cepat, bahkan tanpa perlu berpikir panjang dan menganalisa hal sudah terjadi.
Contoh Intuisi dalam Psikologi Umum
Berdasarkan penjelasan di dosenpsikologi.com, dalam psikologi umum terdapat beberapa contoh intuisi. Berikut penjelasanya.
1. Keinginan Membaca
Di kehidupan sehari-hari, terkadang kita merasa buntu dalam mencari informasi yang tepat. Namun secara tiba-tiba, terkadang muncul perasaan untuk melakukan sesuatu. Misalnya seseorang yang kehabisan ide dalam menulis, maka secara alami orang tersebut akan memiliki inisiatif untuk membaca tulisan lain sebagai bahan referensi.
2. Keinginan Bertemu Seseorang
Tanpa disadari terkadang kita memiliki keinginan bertemu seseorang, walaupun tidak memiliki tujuan khusus. Uniknya, terkadang saat kita berjumpa orang tersebut, ternyata yang bersangkutan juga sedang mencari kita. Dalam psikologi, fenomena ini bisa disebut sebagai intuisi.
3. Dorongan untuk Bercerita
Saat kita sedang menghadapi sebuah masalah, terkadang tanda sadar kita memiliki dorongan untuk bercerita dengan orang lain. Tanpa disangka, terkadang orang yang diajak bercerita juga memiliki jawaban atau solusi atas masalah yang sedang kita hadapi.
4. Keinginan untuk Diam
Selain bercerita, terkadang kita juga memiliki hasrat untuk diam saat menghadapi masalah. Biasanya sikap diam ini diambil untuk menangkan diri. Fenomena ini terkadang sulit dijelaskan, namun tanpa disadari kita pasti pernah mengalaminya.
Intuisi sebenarnya dimiliki semua orang, namun bagaimana cara untuk mengasahnya? Berikut ulasannya.
Cara Mempertajam Intuisi
Secara alami, manusia pasti memiliki intuisi. Namun seiring berjalannya waktu, intuisi tersebut bisa semakin tajam. Berdasarkan penjelasan di hellosehat.com, berikut dua cara mempertajam intuisi.
1. Mengasah Intention
Tanpa disadari, terkadang kita sering menolak gagasan instan yang muncul. Hal tersebut bukan karena kita tidak memilikinya, namun karena tidak ingin menggunakannya.
Jika Anda ingin mengasah intuisi salah satu hal yang perlu dilakukan yaitu menerima dan mempercayai gagasan instan yang muncul. Kemudian setelah gagasan tersebut muncul, cobalah untuk mengarahkan ke pola pikir positif. Usahakan juga untuk selalu percaya dengan intuisi saat mengambil keputusan.
2. Mengasah Attention
Intuisi merupakan gagasan spontan yang seringkali diabaikan. Hal ini yang membuat gagasan tersebut seolah terisolasi dari pikiran kita. Padahal jika kita menyadarinya, intuisi bisa digunakan saat kita hendak mengambil keputusan. Maka dari itu, mengasah attention menjadi salah satu langkah untuk mempertajam intuisi.
Semoga bermanfaat.
Penulis : Wawan Riadi
